Selamat Datang Di Blog Kisahin alias Kisah Inspiratif

Jangan menyerah atas impianmu.

Impian memberimu tujuan hidup. Ingatlah, sukses bukan kunci kebahagiaan.

Semangat!

Kamis, 25 Juli 2013

Masih Ada Seseorang Yang Menjagamu

 
 
 
Para penumpang bus memandang penuh simpati ketika seorang wanita muda berpenampilan menarik dan cantik memakai tongkat putih menaiki tangga bus. Dia membayar kondektur bus,lalu dengan tangan meraba-raba kursi dia berjalan menyusuri lorong sampai menenukan kursi yg kosong. Kemudian dia duduk, meletakkan tasnya dipangkuannya, dan menyandarkan tongkat di tungkai kakinya.
Setahun sudah lewat sejak wanita buta itu, Nivi, baru berumur 24 tahun didiagnosa kehilangan penglihatannya ketika suatu penyakit merenggut matanya. 
Dia merasa terlempar kedalam dunia yg gelap gulita,penuh amarah, frustasi, dan rasa kasihan pada diri sendiri. Sebagai wanita karier yg biasa independen, Nivi merasa dikutuk oleh nasib mengerikan yg membuatnya merasa kehilangan kemampuan, tak berdaya, dan menjadi beban bagi orang2 di sekelilingnya.
Depresi mematahkan semangat susan yg tadinya selalu optimis. Tetapi betapapun seringnya dia menangis dan meratapi nasibnya dalam doa, dia juga menyadari kenyataan yg menyakitkan itu - bahwa penglihatannya tak kan pernah pulih lagi -. Dia menjadi sangat bergantung pada Rian, suaminya.
Satu-satunya yg menenangkan hatinya adalah ungkapan Rian yg berkata," Sabarlah sayang .. bayangkan pahala yg akan kau dapat dari Allah dari kabar gembira Sabda Nabi saw yg mengatakan,Jika Allah mencinta seorang hamba dengan mengambil penglihatannya, jika ia sabar dan ridha, maka tak ada balasan yg lain selain Surga". 
Maka setiap hari Rian membimbing Nivi kekamar mandi untuk berwudhu kemudian sholat berjamaah. Mengambilkan susan nasi dan menemaninya makan, begitu seterusnya.
 Rian adalah seorang perwira militer angkatan udara. Dia mencintai Nivi dgn tulus setulus-tulusnya. Ketika istrinya baru kehilangan penglihatannya, dia tau bagaimana susan tenggelam dalam keputusasaan. Rian bertekad akan menemukan kembali kekuatan dan rasa percaya diri milik Nivi yg sudah lama hilang. Latar belakang militer Rian membuatnya terlatih untuk mnghadapi berbagai situasi darurat. tetapi dia tahu, ini adalah pertempuran paling sulit yg pernah dihadapinya.
Akhirnya, Nivi siap untuk bekerja lagi. Tapi bagaimana dia akan sampai dikantornya? 
Dulu Nivi biasa naik bus, tetapi sekarang ia terlalu takut untuk pergi sndirian. Rian menawarkan untuk mengantarnya setiap hari, meskipun tempat kerja mereka terletak dipinggiran kota yg berseberangan. Mula-mula, kesepakatan itu membuat Nivi merasa nyaman dan Rian merasa puas karena bisa melindungi istrinya yg buta. Tetapi Rian segera menyadari bhwa peraturan itu keliru. NIVI HARUS BELAJAR NAIK BUS LAGI, SEORANG DIRI !
Bukan maksud Rian ingin menelantarkan istrinya, tapi Nivi harus diajari untuk mandiri. Kebutaannya bukan alasan dia harus selalu bergantung pada orang lain, meskipun itu suaminya sendiri.. kata Rian dalam hati.
Setelah itu, selama 1 bulan penuh Rian, dengan memakai seragam militer lengkap, mengawal nivi ke dan dari tempat kerja setiap hari. Dia mengajari Nivi bagaimana menggantungkan diri pada inderanya yg lain, terutama pendengarannya, untuk menentukan dimana dia berada dan bagaimana beradaptasi dengan lingkungan yg baru. Dia mengajari susan untuk berkenalan dan berkawan dengan sopir2 bus dan kondektur yg dapat mengawasinya dan menyisakan satu kursi untuknya setiap hari.
Setiap pagi mereka berangkat kerja bersama-sama, setelah itu Rian akan naik taksi kekantornya. Rian percaya dan yakin Tuhan akan membimbingnya. Hanya butuh waktu dan kesabaran yg telaten sampai Nivi bisa pergi kekantornya sendiri tanpa dikawal.
Rian percaya padanya, percaya kepada nivi yg dulu dikenalnya sebelum istrinya itu kehilangan penglihatannya; wanita yg tidak pernah takut apapun dalam menghadapi rintangan dan selalu percaya diri. Pengorbanan Rian yg tulus dan luarbiasa itu sering membuat nivi menitikkan airmata diam-diam. Dia sangat bersyukur dan berterimaksih kepada Tuhan, karena telah mengirimkan seorang suami yg berhati malaikat dan mencintainya dalam keadaan apapun.
Akhirnya, Nivi memutuskan bhwa dia siap untuk melakukan perjalanan kekantornya seorang diri. Tibalah hari senin. Sebelum berangkat, susan mencium tangan Rian dan memeluknya erat-erat. Timbul dalam hatinya harapan dan doa untuk suaminya itu yg pernah menjadi kawannya satu bus dan sahabatnya yg terbaik. Matanya berkaca-kaca, penuh airmata syukur karena kesetiaan, kesabaran, dan cinta Rian. Nivi mengucapkan salam sebelum mereka berpisah. Untuk pertama kalinya mereka berangkat ke kantor dengan arah yg berlawanan.
Senin, Selasa, Rabu, Kamis .. setiap hari dijalaninya dengan sempurna. Belum pernah susan merasa sepuas itu. Dia berhasil. Dia tidak percaya bahwa dia bisa pulang pergi kekantornya seorang diri, tanpa dikawal oleh Rian.
Pada jumat pagi, seperti biasa susan naik bus ke tempat kerja. Ketika dia membayar ongkos bus sebelum turun, sopir itu berkata, "Wah, aku iri padamu...".
Nivi tidak yakin sopir itu berkata padanya. lagipula, siapa yg bisa iri pada seorang wanita buta yg sepanjang tahun lalu berusaha menemukan keberanian untuk menjalani hidup. Dengan penasaran dia bertanya kepada sopir itu, " Kenapa kau bilang kau iri padaku..?"
Sopir itu menjawab, "Kau pasti senang selalu dilindungi dan dijagai seperti itu."
Nivi tidak tau apa maksud sopir itu.Sekali lagi dia bertanya, "Apa maksudmu..?".
"Kau tahu, minggu kemarin, setiap hari ada seorang pria tampan berseragam militer Angkatan Udara berdiri disudut jalan dan mengawasimu waktu kau naik dan turun dari bus. Itu terjadi setiap pagi dan sore ketika engkau berangkat dan pulang kantor. Dari ujung jalan sana, dia memastikan bahwa kau menyeberang dgn selamat dan dia mengawasimu terus sampai kau masuk kekantormu. Setelah itu dia meniupkan ciuman, memberi hormat ala militer, lalu pergi. Kau sungguh wanita yg beruntung.." kata sopir itu.
Airmata bahagia langsung membasahi pipi Nivi. Karena meskipun secara fisik ia tidak bisa melihat Rian, dia selalu bisa merasakan kehadirannya. Mekipun Nivi yakin Tuhan Yang Maha Melihat selalu menjaganya di Atas sana, tapi Rian juga selalu menjaganya setiap hari tanpa dia menyadari. Dia beruntung, sangat beruntung, karena Rian memberinya hadiah yg jauh lebih berharga daripada penglihatan, hadiah yg tak perlu dilihatnya dengan matanya utk meyakinkan diri - Hadiah cinta yg bisa menjadi penerang dimanapun ada kegelapan -.
Dalam sedu airmatanya hatinya berucap, 
"Ada Seseorang yang Selalu Menjagaku .. Alhamdulillah ya Allah ".













Sabtu, 13 Juli 2013

Hanya Waktu Yang Mengerti Cinta






Alkisah di suatu pulau kecil, tinggallah berbagai macam benda-benda abstrak : ada Cinta, Kesedihan, Kekayaan, Kegembiraan dan sebagainya. Mereka hidup berdampingan dengan baik.
Namun suatu ketika, datang badai menghempas pulau kecil itu dan air laut tiba-tiba naik dan akan menenggelamkan pulau itu.
Semua penghuni pulau cepat-cepat berusaha menyelamatkan diri. Cinta sangat kebingungan sebab ia tidak dapat berenang dan tak mempunyai perahu. Ia berdiri di tepi pantai mencoba mencari pertolongan.
Sementara itu air makin naik membasahi kaki Cinta. Tak lama Cinta melihat Kekayaan sedang mengayuh perahu. "Kekayaan! Kekayaan! Tolong aku!" teriak Cinta. "Aduh! Maaf, Cinta!" kata Kekayaan, "perahuku telah penuh dengan harta bendaku. Aku tak dapat membawamu serta, nanti perahu ini tenggelam. Lagipula tak ada tempat lagi bagimu di perahuku ini." Lalu Kekayaan cepat-cepat mengayuh perahunya pergi.
Cinta sedih sekali, namun kemudian dilihatnya Kegembiraan lewat dengan perahunya. "Kegembiraan! Tolong aku!", teriak Cinta. Namun Kegembiraan terlalu gembira karena ia menemukan perahu sehingga ia tak mendengar teriakan Cinta.
Air makin tinggi membasahi Cinta sampai ke pinggang dan Cinta semakin panik. Tak lama lewatlah Kecantikan. "Kecantikan! Bawalah aku bersamamu!", teriak Cinta. "Wah, Cinta, kamu basah dan kotor. Aku tak bisa membawamu ikut. Nanti kamu mengotori perahuku yang indah ini." sahut Kecantikan.
Cinta sedih sekali mendengarnya. Ia mulai menangis terisak-isak. Saat itu lewatlah Kesedihan. "Oh, Kesedihan, bawalah aku bersamamu," kata Cinta. "Maaf, Cinta. Aku sedang sedih dan aku ingin sendirian saja..." kata Kesedihan sambil terus mengayuh perahunya.
Cinta putus asa. Ia merasakan air makin naik dan akan menenggelamkannya.
Pada saat kritis itulah tiba-tiba terdengar suara, "Cinta! Mari cepat naik ke perahuku!" Cinta menoleh ke arah suara itu dan melihat seorang pemuda dengan perahunya. Cepat-cepat Cinta naik ke perahu itu, tepat sebelum air menenggelamkannya.
Di pulau terdekat, orang  itu menurunkan Cinta
Pada saat itu barulah Cinta sadar bahwa ia sama sekali tidak mengetahui siapa orang  yang menyelamatkannya itu.
Cinta segera bertanya siapakah namamu "saya adalah Waktu." kata orang itu.
"Tapi, mengapa km menyelamatkanku? Aku tak mengenalmu. Bahkan teman-teman yang mengenalku pun enggan menolongku" tanya Cinta heran.
"Sebab," kata orang itu, "hanya Waktu lah yang tahu berapa nilai sesungguhnya dari Cinta itu ......"

Terbanglah Cinta Sampaikan Sayang ku hanya bagi N












Sabtu, 22 Juni 2013

Kisah Pengorbanan Seorang Ibu Untuk Anaknya



Kisah ini adalah kisah nyata sebuah keluarga yang sangat miskin, yang memiliki seorang anak laki-laki. Ayahnya sudah meninggal dunia, tinggalah ibu dan anak laki-lakinya untuk saling menopang.
Ibunya bersusah payah seorang membesarkan anaknya, saat itu kampung tersebut belum memiliki listrik. Saat membaca buku, sang anak tersebut diterangi sinar lampu minyak, sedangkan ibunya dengan penuh kasih menjahitkan baju untuk sang anak.
Saat memasuki musim gugur, sang anak memasuki sekolah menengah atas. Tetapi justru saat itulah ibunya menderita penyakit rematik yang parah sehingga tidak bisa lagi bekerja disawah.
Saat itu setiap bulannya murid-murid diharuskan membawa tiga puluh kg beras untuk dibawa kekantin sekolah. Sang anak mengerti bahwa ibuya tidak mungkin bisa memberikan tiga puluh kg beras tersebut.
Dan kemudian berkata kepada ibunya: "Ma, saya mau berhenti sekolah dan membantu mama bekerja di sawah". Ibunya mengelus kepala anaknya dan berkata, "Kamu memiliki niat seperti itu mama sudah senang sekali tetapi kamu harus tetap sekolah. Jangan khawatir, kalau mama sudah melahirkan kamu, pasti bisa merawat dan menjaga kamu. Cepatlah pergi daftarkan kesekolah nanti berasnya mama yang akan bawa kesana".
Karena sang anak tetap bersikeras tidak mau mendaftarkan kesekolah, mamanya menampar sang anak tersebut. Dan ini adalah pertama kalinya sang anak ini dipukul oleh mamanya.
Sang anak akhirnya pergi juga kesekolah. Sang ibunya terus berpikir dan merenung dalam hati sambil melihat bayangan anaknya yang pergi menjauh.
Tak berapa lama, dengan terpincang-pincang dan nafas tergesa-gesa Ibunya datang ke kantin sekolah dan menurunkan sekantong beras dari bahunya.
Pengawas yang bertanggung jawab menimbang beras dan membuka kantongnya dan mengambil segenggam beras lalu menimbangnya dan berkata, "Kalian para wali murid selalu suka mengambil keuntungan kecil, kalian lihat, disini isinya campuran beras dan gabah. Jadi kalian kira kantin saya ini tempat penampungan beras campuran". Sang ibu ini pun malu dan berkali-kali meminta maaf kepada ibu pengawas tersebut.
Awal bulan berikutnya ibu memikul sekantong beras dan masuk kedalam kantin. Ibu pengawas seperti biasanya mengambil sekantong beras dari kantong tersebut dan melihat. Masih dengan alis yang mengerut dan berkata, "Masih dengan beras yang sama". Pengawas itupun berpikir, apakah kemarin itu dia belum berpesan dengan Ibu ini dan kemudian berkata, "Tak perduli beras apapun yang Ibu berikan kami akan terima tapi jenisnya harus dipisah jangan dicampur bersama, kalau tidak maka beras yang dimasak tidak bisa matang sempurna. Selanjutnya kalau begini lagi, maka saya tidak bisa menerimanya"
Sang ibu sedikit takut dan berkata : "Ibu pengawas, beras dirumah kami semuanya seperti ini jadi bagaimana? Pengawas itu pun tidak mau tahu dan berkata, "Ibu punya berapa hektar tanah sehingga bisa menanam bermacam-macam jenis beras". Menerima pertanyaan seperti itu sang ibu tersebut akhirnya tidak berani berkata apa-apa lagi.
Awal bulan ketiga, sang ibu datang kembali kesekolah. Sang pengawas kembali marah besar dengan kata-kata kasar dan berkata, "Kamu sebagai mama kenapa begitu keras kepala, kenapa masih tetap membawa beras yang sama. Bawa pulang saja berasmu itu !".
Dengan berlinang air mata sang ibu pun berlutut di depan pengawas tersebut dan berkata: "Maafkan saya bu, sebenarnya beras ini saya dapat dari mengemis". Setelah mendengar kata sang ibu, pengawas itu kaget dan tidak bisa berkata apa-apa lagi. Sang ibu tersebut akhirnya duduk diatas lantai, menggulung celananya dan memperlihatkan kakinya yang sudah mengeras dan membengkak.
Sang ibu tersebut menghapus air mata dan berkata: "Saya menderita rematik stadium terakhir, bahkan untuk berjalan pun susah, apalagi untuk bercocok tanam. Anakku sangat mengerti kondisiku dan mau berhenti sekolah untuk membantuku bekerja disawah. Tapi saya melarang dan menyuruhnya bersekolah lagi."
Selama ini dia tidak memberi tahu sanak saudaranya yang ada di kampung sebelah. Lebih-lebih takut melukai harga diri anaknya.
Setiap hari pagi-pagi buta dengan kantong kosong dan bantuan tongkat pergi kekampung sebelah untuk mengemis. Sampai hari sudah gelap pelan-pelan kembali kekampung sendiri. Sampai pada awal bulan semua beras yang terkumpul diserahkan kesekolah.
Pada saat sang ibu bercerita, secara tidak sadar air mata Pengawas itupun mulai mengalir, kemudian mengangkat ibu tersebut dari lantai dan berkata, "Bu sekarang saya akan melapor kepada kepala sekolah, supaya bisa diberikan sumbangan untuk keluarga ibu."
Sang ibu buru- buru menolak dan berkata: "Jangan, kalau anakku tahu ibunya pergi mengemis untuk sekolah anaknya, maka itu akan menghancurkan harga dirinya. Dan itu akan mengganggu sekolahnya. Saya sangat terharu dengan kebaikan hati ibu pengawas, tetapi tolong ibu bisa menjaga rahasia ini."
Akhirnya masalah ini diketahui juga oleh kepala sekolah. Secara diam-diam kepala sekolah membebaskan biaya sekolah dan biaya hidup anak tersebut selama tiga tahun. Setelah Tiga tahun kemudian, sang anak tersebut lulus masuk ke perguruan tinggi qing hua dengan nilai 627 point.
Dihari perpisahan sekolah, kepala sekolah sengaja mengundang ibu dari anak ini duduk diatas tempat duduk utama. Ibu ini merasa aneh, begitu banyak murid yang mendapat nilai tinggi, tetapi mengapa hanya ibu ini yang diundang. Yang lebih aneh lagi disana masih terdapat tiga kantong beras.
Pengawas sekolah tersebut akhirnya maju kedepan dan menceritakan kisah sang ibu ini yang mengemis beras demi anaknya bersekolah.
Kepala sekolah pun menunjukkan tiga kantong beras itu dengan penuh haru dan berkata, "Inilah sang ibu dalam cerita tadi."
Dan mempersilakan sang ibu tersebut yang sangat luar biasa untuk naik ke atas mimbar.
Anak dari sang ibu tersebut dengan ragu-ragu melihat kebelakang dan melihat gurunya menuntun mamanya berjalan keatas mimbar. Sang ibu dan sang anakpun saling bertatapan. Pandangan mama yang hangat dan lembut kepada anaknya. Akhirnya sang anak pun memeluk dan merangkul erat mamanya dan berkata: "Oh Mamaku....."
Kasih ibu sepanjang masa, sepanjang jaman dan sepanjang kenangan.












Kisah Pohon, Daun dan Angin





Pohon, Daun dan Angin


DAUN terbang karena ANGIN bertiup atau karena POHON tidak memintanya untuk tinggal ?
POHON
Orang2 memanggilku "POHON" karena aku sangat baik dalam menggambar pohon.
AKU selalu menggunakan gambar pohon pada sisi kanan sebagai trademark pada semua lukisanku.
AKU telah berpacaran sebanyak 5 kali...
Ada satu wanita yang sangat AKU cintai..tapi AKU tidak punya keberanian untuk mengatakannya. ..
Dia tidak cantik..tidak memiliki tubuh yang sexy..
Dia sangat peduli dengan orang lain..religius tapi..dia hanya wanita biasa saja.
AKU menyukainya. .sangat menyukainya. .
Gayanya yang innocent dan apa adanya..kemandirian nya..kepandaiann ya dan kekuatannya. ..
Alasan AKU tidak mengajaknya kencan karena...
AKU merasa dia sangat biasa dan tidak serasi untukku...
AKU takut...jika kami bersama semua perasaan yang indah ini akan hilang...
AKU takut kalau gosip2 yang ada akan menyakitinya. ..
AKU merasa dia adalah "sahabatku". ..
AKU akan memilikinya tiada batasnya...tidak harus memberikan semuanya hanya untuk dia...
Alasan yang terakhir..membuat dia menemaniku dalam berbagai pergumulan selama 3 tahun ini...
Dia tau AKU mengejar gadis2 lain dan AKU telah membuatnya menangis selama 3 tahun...
Ketika AKU mencium pacarku yang ke-2 terlihat olehnya...
Dia hanya tersenyum dengan berwajah merah..."lanjutkan saja" katanya, setelah itu pergi meninggalkan kami.
Esoknya, matanya bengkak..dan merah...
AKU sengaja tidak mau memikirkan apa yang menyebabkannya menangis...
but AKU tertawa...bercanda dengannya seharian di ruang itu...
Di sudut ruang itu dia menangis...dia tidak tau bahwa AKU kembali untuk mengambil sesuatu yang tertinggal.. .
Hampir 1 jam kulihat dia menangis disana....
Pacarku yang ke-4 tidak menyukainya. ..
Pernah sekali mereka berdua perang dingin, AKU tau bukan sifatnya untuk memulai perang dingin...
Tapi AKU masih tetap bersama pacarku...
AKU berteriak padanya dan matanya penuh dengan air mata sedih dan kaget...
AKU tidak memikirkan perasaannya dan pergi meninggalkannya bersama pacarku...
Esoknya masih tertawa dan bercanda denganku seperti tidak ada yang terjadi sebelumnya.. .
AKU tau dia sangat sedih dan kecewa tapi dia tidak tau bahwa sakit hatiku sama buruknya dengan dia...
AKU juga sedih...
Ketika AKU putus dengan pacarku yang ke 5, AKU mengajaknya pergi...
Setelah kencan satu hari itu, AKU mengatakan bahwa ada sesuatu yang ingin kukatakan padanya...
Dia mengatakan bahwa kebetulan sekali bahwa dia juga ingin mengatakan sesuatu padaku...
AKU cerita tentang putusnya AKU dengan pacarku...
Dia berkata bahwa dia sedang memulai suatu hubungan dengan seseorang...
AKU tau pria itu...dia sering mengejarnya selama ini...Pria yang baik, penuh energi dan menarik...
AKU tak bisa memperlihatkan betapa sakit hatiku, AKU hanya tersenyum dan mengucapkan selamat padanya...
Ketika sampai di rumah, sakit hatiku bertambah kuat dan AKU tidak dapat menahannya.. .
Seperti ada batu yang sangat berat didadaku...AKU tak bisa bernapas dan ingin berteriak namun apadaya...
Air mataku mengalir tak terasa aku menangis karenanya...
Sudah sering AKU melihatnya menangis untuk pria yang mengacuhkan kehadirannya. ..
Handphoneku bergetar...ternyata ada SMS masuk...SMS itu dikirim 10 hari yang lalu ketika aku sedih dan menangis...
SMS itu berbunyi,"DAUN terbang karena ANGIN bertiup atau karena POHON tidak memintanya untuk tinggal?"
DAUN
AKU suka mengoleksi daun-daun, kenapa?
Karena AKU merasa bahwa DAUN untuk meninggalkan pohon yang selama ini ditinggali membutuhkan banyak kekuatan.
Selama 3 thn AKU dekat dengan seorang pria, bukan sebagai pacar tapi "Sahabat".
Tapi ketika dia mempunyai pacar untuk yang pertama kalinya...
AKU mempelajari sebuah perasaan yang belum pernah aku pelajari sebelumnya - CEMBURU...
Perasaan di hati ini tidak bisa digambarkan dengan menggunakan Lemon.
Hal itu seperti 100 butir lemon busuk. Mereka hanya bersama selama 2 bulan...
Ketika mereka putus, AKU menyembunyikan perasaan yang luar biasa gembiranya.
Tapi sebulan kemudian dia bersama seorang gadis lagi...
AKU menyukainya dan AKU tau bahwa dia juga menyukaiku, tapi mengapa dia tidak mau mengatakannya?
Jika dia mencintaiku, mengapa dia tidak memulainya dahulu untuk melangkah?
Ketika dia punya pacar baru lagi, hatiku sedih...
Waktu berjalan dan berjalan, hatiku sedih dan kecewa...
AKU mulai mengira bahwa ini adalah cinta yang bertepuk sebelah tangan...
Tapi..mengapa dia memperlakukanku lebih dari sekedar seorang teman?
Menyukai seseorang sangat menyusahkan hati...AKU tau kesukaannya.
..kebiasaannya. ..
Tapi perasaannya kepadaku tidak pernah bisa diketahui...
Kau tidak mengharapkan AKU seorang wanita untuk mengatakannya bukan ?
Diluar itu, AKU mau tetap disampingnya. ..memberinya perhatian...
menemani. ..dan mencintainya. ..
Berharap suatu hari nanti dia akan datang dan mencintaiku. ..
Hal itu seperti menunggu telephonenya tiap malam...mengharapka n mengirimku SMS...
AKU tau sesibuk apapun dia, pasti meluangkan waktunya untuk ku...
Karena itu, AKU menunggunya. ..
3 tahun cukup berat untuk kulalui dan AKU mau menyerah...Kadang AKU berpikir untuk tetap menunggu...
Dilema yang menemaniku selama 3 tahun ini...
Akhir tahun ke-3, seorang pria mengejarku.. .setiap hari dia mengejarku tanpa lelah...
Segala daya upaya telah dilakukan walau seringkali ada penolakan dariku...
AKU berpikir...apakah aku ingin memberikan ruang kecil di hatiku untuknya ?!..
Dia seperti angin yang hangat dan lembut, mencoba meniup daun untuk terbang dari pohon...
Akhirnya, AKU sadar bahwa AKU tidak ingin memberikan Angin ini ruang yang kecil di hatiku...
AKU tau Angin akan membawa pergi Daun yang lusuh jauh dan ketempat yang lebih baik...
Akhirnya AKU meninggalkan Pohon...tapi Pohon hanya tersenyum dan tidak memintaku untuk tinggal...
AKU sangat sedih memandangnya tersenyum ke arahku...
"DAUN terbang karena ANGIN bertiup atau karena POHON tidak memintanya untuk tinggal?"
ANGIN
AKU menyukai seorang gadis bernama Daun...
karena dia sangat bergantung pada Pohon..jadi aku harus menjadi ANGIN yang kuat...
Angin akan meniup Daun terbang jauh...
Pertama kalinya..AKU melihat seseorang memperhatikan kami...
Ketika itu, dia selalu duduk disana sendirian atau dengan teman2nya memerhatikan Pohon...
Ketika Pohon berbicara dengan gadis2, ada cemburu di matanya...
Ketika Pohon melihat ke arah Daun, ada senyum di matanya...
Memperhatikannya menjadi kebiasaanku. ..seperti daun yang suka melihat Pohon.
Satu hari saja tak kulihat dia...AKU merasa sangat kehilangan.. .
Di sudut ruang itu, ku lihat pohon sedang memperhatikan daun...
Air mengalir di mata daun ketika Pohon pergi...
Esoknya...Ku lihat Daun di tempatnya yang biasa, sedang memperhatikan Pohon...
AKU melangkah dan tersenyum padanya...Kuambil secarik kertas..kutulis dan kuberikan padanya...
Dia sangat kaget...
Dia melihat ke arahku, tersenyum dan menerima kertas dariku...
Esoknya...dia datang...menghampir iku dan memberikan kembali kertas itu...
Hati Daun sangat kuat dan Angin tidak bisa meniupnya pergi, hal itu karena Daun tidak mau meninggalkan Pohon.
AKU melihat kearahnya... kuhampiri dengan kata2 itu...
Sangat pelan...dia mulai membuka dirinya dan menerima kehadiranku dan telp ku...
AKU tau orang yang dia cintai bukan AKU...tapi AKU akan berusaha agar suatu hari dia menyukaiku.. .
Selama 4 bln, AKU tlah mengucapkan kata Cinta tidak kurang dari 20x kepadanya...
Hampir tiap kali dia mengalihkan pembicaraan. ..tapi AKU tidak menyerah...
Keputusanku bulat....AKU ingin memilikinya. ..dan berharap dia akan setuju menjadi pacarku....
Aku bertanya," apa yang kau lakukan? Kenapa kau tidak pernah membalas?
Mengapa kau selalu membisu?"
Dia berkata, "AKU menengadahkan kepalaku"...
"Ah?" Aku tidak percaya dengan apa yang kudengar...
"Aku menengadahkan kepalaku" dia berteriak...
Kuletakkan telephone... ...melompat. ...berlari seribu langkah...ke rumahnya...
Dia membuka pintu bagiku...Ku peluk erat-erat tubuhnya...
"DAUN terbang karena tiupan ANGIN atau karena POHON tidak memintanya untuk tinggal?"












Kisah Menyentuh Sepasang Suami Istri, Saling Mencintai Krn Allah

 
 
 
"KISAH MENYENTUH SEPASANG SUAMI ISTRI , SALING MENCINTAI KARENA ALLAH.."


Seorang isteri menangis ketika memandikan jenazah suaminya ..

Sambil menangis isteri berkata,
"Inilah janji kami sebagai suami isteri ..
Jika abang pergi lebih dulu maka engkaulah yang memandikan jenazah abang, Andai engkau yang pergi dulu dari abang, abang yang akan memandikan jenazahmu ..."

Dari luar bilik mayat hospital,seorang ustadz masuk dan bertanya apakah istrinya mau memandikan jenazah suaminya ..

ustadz tadi bersama beberapa orang menemani si isteri memandikan jenazah suaminya ..
Dengan tenang isteri membasuh muka suaminya sambil berdoa,

" Inilah wajah suami yang ku sayang tetapi ALLAH lebih sayang padamu ...
Wahai suamiku .. Semoga ALLAH ampunkan dosamu dan satukan kita di akhirat nanti .."

Saat membasuh tangan jenazah suaminya sambil berkata ..
"Tangan inilah yang mencari rezeki yang halal untuk kami, masuk ke mulut kami ... semoga ALLAH beri pahala untukmu wahai suami ku .."

Saat membasuh tubuh jenazah suaminya, iapun berkata...
" Tubuh inilah yang memberi pelukan kasih sayang padaku dan anak-anakku .., semoga ALLAH beri pahala berganda untukmu wahai suamiku ..."

Kemudian saat membasuh kaki jenazah suaminya, kembali ia berkata..
" Dengan kaki ini abang keluar mencari rezeki untuk kami, berjalan dan berdiri sepanjang hari semata-mata untuk mencari sesuap nasi, terima kasih suamiku... semoga ALLAH memberimu kenikmatan hidup di akhirat dan pahala yang berlipat kali ganda .."

Selesai memandikan jenazah suaminya,si isteri mengecup sayu suaminya dan berkata ..
"Terima kasih suamiku .. karena aku bahagia sepanjang menjadi isterimu dan terlalu bahagia .. dan terima kasih karena meninggalkan aku bersama permata hatimu yang persis dirimu .. dan aku sebagai seorang istri ridha akan kepergianmu karena kasih sayangALLAH kepadamu ..."

Subhanallah ..
Indahnya saling mencintai karena ALLAH.
Semoga ALLAH merahmati pasangan suami-istri dan seluruh keluarga yang saling menyayangi dan mencintai karena ALLAH Ta'ala..
Aamiin ya Rabbal'alamin.












Senin, 04 Februari 2013

Terimalah Dia Apa Adanya



"Terimalah Dia Apa Adanya"

Seorang pria dan kekasihnya menikah dan acaranya pernikahannya sungguh megah.

Semua kawan-kawan dan keluarga mereka hadir menyaksikan dan menikmati hari yang berbahagia tersebut. Suatu acara yang luar biasa mengesankan.

Mempelai wanita begitu anggun dalam gaun putihnya dan pengantin pria dalam tuxedo hitam yang gagah. Setiap pasang mata yang memandang setuju mengatakan bahwa mereka sungguh-sungguh
saling mencintai.

Beberapa bulan kemudian, sang istri berkata kepada suaminya, “Sayang, aku baru membaca sebuah artikel di majalah tentang bagaimana memperkuat tali pernikahan” katanya sambil menyodorkan majalah tersebut. “Masing-masing kita akan mencatat hal-hal yang kurang kita sukai dari pasangan kita”.

Kemudian, kita akan membahas bagaimana merubah hal-hal tersebut dan membuat hidup pernikahan kita bersama lebih bahagia…..” Suaminya setuju dan mereka mulai memikirkan hal-hal dari pasangannya yang tidak mereka sukai dan berjanji tidak akan tersinggung ketika pasangannya mencatat hal-hal yang kurang baik sebab hal tersebut untuk kebaikkan mereka bersama.

Malam itu mereka sepakat untuk berpisah kamar dan mencatat apa yang terlintas dalam benak mereka masing-masing. Besok pagi ketika sarapan, mereka siap mendiskusikannya. “Aku akan mulai duluan ya”, kata sang istri. Ia lalu mengeluarkan daftarnya.

Banyak sekali yang ditulisnya, sekitar 3 halaman… Ketika ia mulai membacakan satu persatu hal yang tidak dia sukai dari suaminya, ia memperhatikan bahwa airmata suaminya mulai mengalir….. “Maaf, apakah aku harus berhenti ?” tanyanya. “Oh tidak, lanjutkan… ” jawab suaminya.

Lalu sang istri melanjutkan membacakan semua yang terdaftar, lalu kembali melipat kertasnya dengan manis diatas meja dan berkata dengan bahagia “Sekarang gantian ya, engkau yang membacakan daftarmu”.

Dengan suara perlahan suaminya berkata “Aku tidak mencatat sesuatupun di kertasku. Aku berpikir bahwa engkau sudah sempurna, dan aku tidak ingin merubahmu. Engkau adalah dirimu sendiri. Engkau cantik dan baik bagiku. Tidak satupun dari pribadimu yang kudapatkan kurang…. ”

Sang istri tersentak dan tersentuh oleh pernyataan dan ungkapan cinta serta isi hati suaminya. Bahwa suaminya menerimanya apa adanya… Ia menunduk dan menangis…..

Dalam hidup ini, banyak kali kita merasa dikecewakan, depressi, dan sakit hati. Sesungguhnya tak perlu menghabiskan waktu memikirkan hal- hal tersebut. Hidup ini penuh dengan keindahan, kesukacitaan dan pengharapan. Mengapa harus menghabiskan waktu memikirkan sisi yang buruk, mengecewakan dan menyakitkan jika kita bisa menemukan banyak hal-hal yang indah di sekeliling kita ? Saya percaya kita akan menjadi orang yang berbahagia jika kita mampu melihat dan bersyukur untuk hal-hal yang baik dan mencoba melupakan yang buruk.












Sabtu, 05 Januari 2013

Kisah Nyata: Cinta Dalam Segelas Susu


 Kisah Nyata: Cinta Dalam Segelas Susu



"SEGELAS SUSU PENUH MAKNA"
Suatu hari, seorang anak miskin yang berjualan dari rumah ke rumah untuk membiayai sekolahnya merasa sangat lapar, tapi dia hanya mempunyai uang satu sen. Ia memutuskan untuk minta makan di rumah berikutnya, namun segera kehilangan keberaniannya ketika seorang gadis cantik telah membukakan pintu. Sebagai gantinya ia hanya meminta air.

Gadis itu melihat bahwa si anak kecil tersebut tampak kelaparan, ia lalu membawakannya segelas besar susu. Anak itu pun meminumnya perlahan-lahan.


"Berapa yang harus kubayar untuk segelas susu ini?" kata anak itu.


"Kau tidak harus membayar apa-apa," jawab si gadis.
 "Ibu melarangku menerima pembayaran atas kebaikan yang ku lakukan."

"Bila demikian, kuucapkan terima kasih banyak dari lubuk hatiku."

Howard Kelly (nama si anak kecil tersebut) kemudian meninggalkan rumah itu. Ia tidak saja merasa lebih kuat badannya, tapi keyakinannya kepada Tuhan dan kepercayaannya pada sesama manusia menjadi semakin mantap. Sebelumnya ia telah merasa putus asa dan hendak menyerah pada nasib.

Beberapa tahun berselang, gadis itu menderita sakit parah. Para dokter setempat merasa kebingungan sewaktu mendiagnosa penyakitnya. Mereka lalu mengirimnya ke kota besar dan mengundang beberapa dokter ahli untuk mempelajari penyakit langka si pasien. Dokter Howard Kelly akhirnya dipanggil ke ruang konsultasi untuk dimintai pendapat.

Ketika mendengar nama kota asal si pasien, terlihat pancaran aneh dari mata Dokter Kelly. Ia segera bangkit lalu berjalan di lorong rumah sakit dengan berpakaian dokter untuk menemui si pasien. Dokter Kelly segera mengenali wanita sakit itu. Ia lalu kembali ke ruang konsultasi dengan tekad untuk menyelamatkan nyawanya.

Sejak hari itu Dokter Kelly memberikan perhatian khusus pada kasus si pasien. Setelah dirawat cukup lama, akhirnya si pasien bisa disembuhkan. Dokter Kelly meminta kepada bagian keuangan agar tagihan rumah sakit diajukan kepadanya dahulu untuk disetujui sebelum diserahkan kepada pasien.

Nota tagihan pun kemudian dikirimkan ke kantor Dokter Kelly. Ia mengamati sejenak lalu menuliskan sesuatu dipinggirnya. Tagihan tersebut kemudian dikirimkan ke kamar pasien.

Si pasien takut membuka amplop karena yakin bahwa untuk dapat melunasinya ia harus menghabiskan sisa umurnya.

Akhirnya, tagihan itu dibuka dan pandangannya segera tertuju pada tulisan di pinggir tagihan itu



Telah dibayar lunas dengan segelas susu.

tertanda
Dr Howard Kelly


Air mata bahagia membanjiri mata si pasien. Ia berkata dalam hati, Terima kasih Tuhan, cinta-Mu telah tersebar luas lewat hati dan tangan manusia.

Sumber cerita : Oprah Winfrey Show












Jumat, 30 November 2012

Kado Terakhir Dari Ayah






 Kado Terakhir Dari Ayah


Di sebuah perumahan terkenal di jakarta tinggalah seorang gadis bersama sang ayah, sang ibu telah lama mendahuluinya pergi sejak ia masih kecil. .
Seorang gadis yg akan di wisuda, sebentar lagi dia akan menjadi seorang sarjana, akhir jerih payahnya selama beberapa tahun di bangku pendidikan.
Beberapa bulan yang lalu dia melewati sebuah showroom, dan saat itu dia jatuh cinta kepada sebuah mobil sport, keluaran terbaru dari Ford. Selama beberapa bulan dia selalu membayangkan, nanti pada saat wisuda ayahnya pasti akan membelikan mobil itu kepadanya. Dia yakin, karena dia anak satu-satunya dan ayahnya sangat sayang padanya, sehingga dia sangat yakin nanti dia pasti akan mendapatkan mobil itu.
Diapun ber’angan-angan mengendarai mobil itu, bersenang-senang dengan teman-temannya. Bahkan semua mimpinya itu dia ceritakan ke teman-temannya, Saatnya pun tiba, siang itu, setelah wisuda, dia melangkah pasti ke ayahnya.
Sang ayah tersenyum, dan dengan berlinang air mata karena terharu dia mengungkapkan betapa dia bangga akan putrinya, dan betapa dia mencintai anak itu.
Lalu dia pun mengeluarkan sebuah bingkisan,… bukan sebuah kunci!
Dengan hati yang hancur sang anak menerima bingkisan itu, dan dengan sangat kecewa dia membukanya. Dan dibalik kertas kado itu ia menemukan sebuah Jaket kulit Terkenal, di belakangnya terukir indah namanya dengan sutra emas.
Gadis itu menjadi marah, dengan suara yang meninggi dia berteriak, “Yaahh… Ayah memang sangat mencintai saya, dengan semua uang ayah, ayah belikan jaket ini untukku?”
Lalu dia membuang Jaket itu dan lari meninggalkan ayahnya.
Ayahnya tidak bisa berkata apa-apa, hatinya hancur, dia hanya berdiri mematung, tak tahu apa yg harus di lakukannya ..
Tahun demi tahun berlalu,
sang gadis telah menjadi seorang yang sukses. Dengan bermodalkan otaknya yang cemerlang dia berhasil menjadi seorang wanita karir. Dia mempunyai rumah yang besar dan mewah, dan dikelilingi suami yang tampan dan anak yang cerdas.
Sementara itu ayahnya semakin tua dan tinggal sendiri. Sejak hari wisuda itu, anaknya pergi meninggalkan dia dan tak pernah menghubungi dia. Dia berharap suatu saat dapat bertemu anaknya itu, hanya untuk meyakinkan dia betapa sayangnya pada anak itu. Sang anak pun kadang rindu dan ingin bertemu dengan sang ayah, tapi mengingat apa yang terjadi pada hari wisudanya, dia menjadi sakit hati dan sangat mendendam.
Sampai suatu hari datang sebuah telegram dari kantor kejaksaan yang memberitakan bahwa ayahnya telah meninggal, dan sebelum ayahnya meninggal, dia mewariskan semua hartanya kepada anak satu-satunya itu. Sang anak disuruh menghadap Jaksa wilayah dan bersama-sama ke rumah ayahnya untuk mengurus semua harta peninggalannya. Saat melangkah masuk kerumah itu, mendadak hatinya menjadi sangat sedih, mengingat semua kenangan semasa dia tinggal disitu. Dia merasa sangat menyesal telah bersikap buruk terhadap ayahnya.
Dengan bayangan-bayangan masa lalu yang menari-nari di matanya, dia menelusuri semua barang di rumah itu. Dan ketika dia membuka lemari pakaian ayahnya, dia menemukan Jaket itu, masih terbungkus dengan kertas kado yang sama beberapa tahun yang lalu.

sesuatu jatuh dari bagian kantong Jaket itu. Dia memungutnya.. sebuah kunci mobil! Di gantungan kunci mobil itu tercetak nama dealer, sama dengan dealer mobil sport yang dulu dia idamkan! Dia merogoh kantong sebelahnya dan menemukan sesuatu,, di situ terselip STNK dan surat-surat lainnya, namanya tercetak di situ. Dan sebuah kwitansi pembelian mobil, tanggalnya tepat sehari sebelum hari wisuda itu.
Dia berlari menuju garasi, dan di sana dia menemukan sebuah mobil yang berlapiskan debu selama bertahun-tahun, meskipun mobil itu sudah sangat kotor karena tidak disentuh bertahun-tahun, dia masih mengenal jelas mobil itu, mobil sport yang dia dambakan bertahun-tahun lalu. Dengan buru-buru dia menghapus debu pada jendela mobil dan melongok kedalam. Bagian dalam mobil itu masih baru, plastik membungkus jok mobil dan setirnya, di atas dashboardnya ada sebuah foto, foto ayahnya, sedang tersenyum bangga
Mendadak dia menjadi lemas, lalu terduduk disamping mobil itu, ia menangis. air matanya tidak terhentikan, mengalir terus mengiringi rasa menyesalnya yang takan mungkin bisa terobati…
Tolong “share” ke teman-teman yang lain agar mereka juga dapat memetik hikmah yang ada pada kisah di atas. Semoga dapat bermanfaat bagi kehidupan kita, terimakasih.












Rabu, 28 November 2012

Kisah Nyata Dari negara Eropa,Bukti keutamaan Ayat Kursi

 
Kisah Nyata Dari negara Eropa,Bukti keutamaan Ayat Kursi
 
Ini kisah nyata dari Amerika (US) sekitar tahun 2006. Pengalaman nyata seorang muslimah asal Asia yang mengenakan jilbab.

Suatu hari wanita ini berjalan pulang dari bekerja dan agak kemalaman . Suasana jalan setapak sepi . Ia melewati jalan pintas.

Di ujung jalan pintas itu, dia melihat ada sosok pria Kaukasian. Ia menyangka pria itu seorang warga Amerika . Tapi perasaan wanita ini agak was-was karena sekilas raut pria itu agak mencurigakan seolah ingin mengganggunya.

Dia berusaha tetap tenang dan membaca kalimah Allah. Kemudian dia lanjutkan dengan terus membaca Ayat Kursi berulang-ulang seraya sungguh-sungguh memohon perlindungan Allah swt. Meski tidak mempercepat langkahnya, ketika ia melintas di depan pria berkulit putih itu, ia tetap berdoa. Sekilas ia melirik ke arah pria itu. Orang itu asik dengan rokoknya, dan seolah tidak mempedulikannya.

Keesokan harinya , wanita itu melihat berita kriminal, seorang wanita melintas di jalan yang sama dengan jalan yang ia lintasi semalam. Dan wanita itu melaporkan pelecehan seksual yang dialaminya di lorong gelap itu. Karena begitu ketakutan, ia tidak melihat jelas pelaku yang katanya sudah berada di lorong itu ketika perempuan korban ini melintas jalan pintas tersebut.

Hati muslimah ini pun tergerak karena wanita tadi melintas jalan pintas itu hanya beberapa menit setelah ia melintas di sana. Dalam berita itu dikabarkan wanita itu tidak bisa mengidentifikasi pelaku dari kotak kaca, dari beberapa orang yang dicurigai polisi.

Muslimah ini pun memberanikan diri datang ke kantor polisi, dan memberitahukan bahwa rasanya ia bisa mengenali sosok pelaku pelecehan kepada wanita tersebut, karena ia menggunakan jalan yang sama sesaat sebelum wanita tadi melintas.

Melalui kamera rahasia, akhirnya muslimah ini pun bisa menunjuk salah seorang yang diduga sebagai pelaku. Iia yakin bahwa pelakunya adalah pria yang ada di lorong itu dan mengacuhkannya sambil terus merokok .

Melalui interogasi polisi akhirnya orang yang diyakini oleh muslimah tadi mengakui perbuatannyaa. Tergerak oleh rasa ingin tahu, muslimah ini menemui pelaku tadi dan didampingi oleh polisi.

Muslimah : “Apa Anda melihat saya? Saya juga melewati jalan itu beberapa menit sebelum wanita yang kauperkosa itu? Mengapa Anda hanya menggangunya tapi tidak mengganggu saya? Mengapa Anda tidak berbuat apa-apa padahal waktu itu saya sendirian?”

Penjahat : “Tentu saja saya melihatmu malam tadi. Anda berada di sana malam tadi beberapa menit sebelum wanita itu. Saya tidak berani mengganggu Anda. Aku melihat ada dua orang besar di belakang Anda pada waktu itu. Satu di sisi kiri dan satu di sisi kanan Anda.”

Muslimah itu tidak bisa melanjutkan kata-katanya. Hatinya penuh syukur dan terus mengucap syukur. Dengkulnya bergetar mendengar penjelasan pelaku kejahatan itu, ia langsung menyudahi interview itu dan minta diantar keluar dari ruang itu oleh polisi.

***

Semua surat dalam al-Qur’an adalah surat yang agung dan mulia. Demikian juga seluruh ayat yang dikandungnya. Namun, Allah Subhanahu wa ta’ala dengan kehendak dan kebijaksanaanNya menjadikan sebagian surat dan ayat lebih agung dari sebagian yang lain.

Syaikh Umar Sulaiman Al Asyqar berkata, ”Yang paling baik digunakan untuk melawan jin yang masuk ke dalam tubuh manusia adalah dzikrullah (dzikir kepada Allah) dan bacaan Al Qur`an. Dan yang paling besar dari itu ialah bacaan ayat kursi, karena sesungguhnya orang yang membacanya akan selalu dijaga oleh penjaga dari Allah, dan ia tidak akan didekati oleh setan sampai Subuh, sebagaimana telah shahih hadits tentang itu”. 













Senin, 26 November 2012

Kisah Bunga Untuk Ibu




Kisah Bunga Untuk Ibu



Pagi itu, seorang pria tampak turun dari mobil mewahnya. Ia bermaksud untuk membeli sebuah kado di kompleks pertokoan itu. Besok adalah hari Ibu, dan ia bermaksud untuk membeli lalu mengirimkan sebuah hadiah lewat pos untuk ibunya di kampung. Seorang Ibu yang pernah ia tinggal pergi beberapa tahun lalu untuk kuliah, mencari nafkah, dan mengejar kesuksesan di kota besar ini. Langkah-langkah pria itu terhenti di depan sebuah toko bunga. Ia melihat seorang gadis cantik. Ternyata, gadis itu adalah adik tingkatnya semasa kuliah dulu. Gadis itu terlihat sedang memandangi lesu rangkaian bunga-bunga indah di etalase. Matanya terlihat dengan jelas tengah berkaca-kaca, air mata nya hendak meleleh, seperti akan menangis.
Setelah cerita cerita lalu dilantunkan, pria itu lalu bertanya “Ada apa denganmu? Ada apa dengan bunga-bunga itu?”
“Aku ingin memberi salah satu rangkaian bunga mawar ini untuk ibu saya,” gadis cantik itu melanjutkan, “Seumur hidup, saya belum pernah memberikan bunga seindah ini untuk ibu.”
“Kenapa tidak kau beli saja? Ini bagus, kok.” Cerita pria tersebut sambil turut mengamati salah satu karangan bunga.
“Uang saya tidak cukup.”
“Ya sudah, pilih saja salah satu, aku yang akan membayarnya.” Pria itu menawarkan diri sambil tersenyum.
Akhirnya gadis itu mengambil salah satu karangan bunga. Dengan ditemani sang pria, gadis itu lalu menuju kasir. Pria itu juga menawarkan diri mengantar si gadis pulang ke rumah untuk memberikan bunga itu kepada ibunya. Gadis itu pun bersedia.
Dua orang itu lalu melaju menggunakan mobil menuju ke sebuah tempat yang ditunjukkan oleh si gadis. Hati pria itu terperanjat ketika gadis cantik itu ternyata mengajaknya ke sebuah kompleks pemakaman umum.
Setelah memarkir mobil,  pria itu lalu mengikuti langkah-langkah si gadis. Dengan sangat terharu gadis itu lalu meletakkan karangan bunga itu ke makam ibunya. Seorang ibu yang memang belum pernah dilihat gadis itu seumur hidupnya. Ibu itu dulu meninggal saat melahirkan gadis itu.
Melihat kejadian itu, setelah mengantarkan gadis itu pulang ke rumah, sang pria membatalkan niatnya untuk membeli dan mengirimkan kado bagi ibunya.
Siang itu juga, pemuda sukses itu langsung memacu mobilnya.. pulang ke kampungnya.. untuk melihat wajah ibu yang dia rindukan selama ini.. untuk bersujud di bawah kakinya dan memeluk erat tubuh dan hati lembutnya..
——
Untuk para sahabat.. terutama calon Ibu, para Ibu, dan khusus untuk IBU saya di sorga..… ^^ semoga cerita ibu ini bisa membuat kita semakin menyayangi ibu












Jumat, 23 November 2012

Nia dan Ayah Sayang Mama





Penyesalan itu kian lama kian menghantui pikiran Anastia.Tidak ada beban begitu berat yang dapat melebihi penyesalannya bersuami dengan Asna.Setelah sepuluh tahun pernikahan dan mempunyai seorang anak yang cantik jelita bernama Nia tidak juga membuat penyesalan Anastia kunjung reda.

Anastia merupakan anak seorang bisnisman dikotanya.Dengan penampilan fisiknya yang cantik luar biasa, Anastia dapat memperoleh tipe pria idaman yang dia impikan.Selama SMP maupun SMA telah banyak laki-laki yang berusaha menggaet hatinya.Dan hanya tipe-tipe tertentu saja yang berhasil menjadi kekasih seorang Anastia. Dengan ciri-ciri layaknya orang kota Anastia memilih laki-laki yang tampan dengan mobilnya yang keren dan hartanya yang banyak. Setiap harinya dalam hidup Anastia selalu dikelilingi dengan apa yang namanya kemewahan.

Beda halnya dengan Asna yang adalah seorang anak petani yang tergolong keluarga ekonomi kelas bawah. Lahir dan besar di desa kecil yang kemudian pergi ke kota untuk menuntut ilmu di SMP dan SMA yang membiayai seluruh biaya pendidikannya, karena Asna tergolong orang yang pandai. Kesederhanaan itulah yang menjadi jalan hidup Asna, kelaparan merupakan teman sehari-harinya, “ra sah aeng-aeng (tidak usah macam-macam)” itulah yang menjadi moto hidupnya.Hanya melakukan yang terbaik untuk memperoleh hasil yang baik itulah yang dia lakukan.Kulit hitamnya menandakan darimana dia berasal dan juga penampilannya yang sederhana sering menjadi buah bisikan anak-anak lainnya di sekolah.Kelebihan Asna disamping kepandaiannya adalah kemampuannya memainkan alat musik. Satu kesamaan saja yang sama dengan Anastia yaitu sekolah SMP dan SMA yang jadi satu dimana Anastia menimba ilmu.

Asna untuk mendapatkan uang sehari-harinya untuk makan tanpa sengaja bekerja pada ayah Anastia sebagai pengantar barang bisnis.Begitulah selama SMP dan SMA Asna bekerja untuk memenuhi kebutuhannya sehari-hari.Kejujuran dan kerja kerasnya menimbulkan rasa senang dari ayah Anastia.

Hingga akhirnya entah mengapa dan bagaimana Asna pun akhirnya juga memendam rasa pada Anastia anak majikannya.Selama itu Asna sering mencuri pandang kala dia datang ke rumah Anastia.

Ketika lulus SMA Asna dikuliahkan oleh ayah Asnatia karena kejujuran dan kerja kerasnya selama ini. Hingga Asna akhirnya dapat lulus dengan gelar sarjana ekonomi. Setelah lulusdia tetap bekerja pada ayah Anastia. Lambat laun perasaan Asna pada Anastia diketahui oleh ayah Anastia dan ternyata sang ayah memang berniat untuk menjodohkan mereka berdua.

Demi mendengar hal tersebut Anastia marah luar biasa.Dia tidak mungkin untuk menikahi seorang Asna yang merupakan gembel buah olokan selama menjadi teman satu sekolah sewaktu SMP dan SMA. Dia mencari segala cara untuk melarikan diri dari pernikahan walau akhirnya dia gagal dan tetap harus menikah dengan Asna yang mencintainya.

Masa pernikahan pun berlalu.Selang dua tahun dengan segala keterpaksaannya Anastia akhirnya mau memberikan seorang putri bagi Asna. Anak tersebut diberi nama Nia. Walaupun sudah memiliki suami dan anak Anastia tetap menjalani kehidupan seperti biasanya kala dia belum menikah dengan Asna.Semua urusan, keperluan keluarga sampai anak semua diurusi oleh Asna seorang diri.Hingga suatu malam:

“ Tia mau kemana sayang malam-malam begini?” Sapa dan tanya Asna kepada Anastia dengan nada lembutnya yang khas.

“Bukan urusanmu, dan jangan pernah memanggil sayang. Karena aku tidak pernah mencintaimu” Jawabnya dengan nada tinggi di depan meja rias.

“Tia setidaknya berilah sedikit perhatian pada anak kita, karena saat ini yang paling anak kita butuhkan adalah belaian seorang ibu, dan itu kamu”.

“Dia anakmu dan bukan anakku, kamulah yang berbuat dan ini bukan keinginanku, jadi urusi semua sendiri!”

Begitulah tiap malam Anastia selalu pergi seperti sediakala saat masih seorang gadis.

Tangis Nia tiap melihat kepergian ibunya baik siang maupun malam hari tidak juga meluluhkan hati Anastia yang masih hidup dalam kemarahannya karena dijodohkan dengan seorang Asna.

Hingga suatu malam Anastia mendapat kecelakaan yang membuat kedua matanya buta.Selama enam hari dia menginap di rumah sakit dengan kepala diperban menutupi matanya.Dia mengomel-ngomel selama di rumah sakit dan membuat dokter dan perawat disitu merasa gusar.Ketika suami dan datang dia lebih marah lagi.

“Ini semua gara-gara kamu tahu?”Gertak Anastia sembari duduk di kasur rumah sakit.

“Seandainya aku tidak menikah dengan kamu maka aku sudah hidup bahagia dan tidak perlu menderita seperti ini.Sekarang aku buta, kamu puas? Aku tidak bisa lagi pergi kemana-mana lagi, dan semua temanku pasti akan menghinaku, kenapa kamu lakukan itu? Aku ingin melihat lagi aku tidak mau tahu, kamu harus mencari mata, karena hanya dengan itu aku bisa hidup bahagia.”

“Mama, sudah dong ma kasihan papa” isak Nia.

“Jangan panggil mama, aku tidak mau menganggapmu anakku”

Selama tiga hari Asna melayani segala apa yang dibutuhkan Anastia di rumah sakit. Hingga akhirnya pada hari keempat Asna tidak lagi pergi ke rumah sakit, hanya Nia saja yang selalu datang untuk membantu makan dan mengupaskan buah untuk Anasti.Walaupun tiap kali datang Nia selalu mendapat kata-kata pedas. Nia hanya menangis, namun menyembunyikan tangis sedihnya dari sang ibu. Karena jika dia menangis hanya akan menambah marah sang ibu.

Setelah satu minggu akhirnya Anastia diperbolehkan pulang dan menunggu apabila ada mata yang dapat di donor.Sudah beberapa hari Anastia tidak mendengar suara halus dari suaminya. Hingga akgirnya dia bertanya pada Nia:

“Kemana ayahmu itu, tumben sekali tidak ada suaranya?”

“Nia juga tidak tahu ma, setelah hari ketiga mama di rumah sakit ayah pergi dan tidak ada kabar”

“Baguslah, jadi tidak perlu repot-repot untuk mengusirnya. Jika kamu juga mau pergi silahkan”

Nia menangis, entah sudah berapa banyak air mata yang dia keluarkan ketika semua usahanya dan kesabarannya untuk menunggu dianggap seorang anak dan untuk ayahnya diterima sebagai seorang suami oleh ibunya tak kunjung tiba.Namun dengan sabar Nia tetap menemani ibunya dan membantu mengurusi pekerjaan rumah, walaupun telah ada seorang pembantu disitu.

Hingga akhirnya setelah menunggu selama satu bulan ada mata yang dapat di donorkan untuk Anasta. Betapa girangnya Anastia saat itu mendengar dia akan segera dioperasi untuk memasang mata barunya. Sudah tidak sabar dia untuk kembali kepada dunianya yang hampir selama satu bulan dia tinggalkan. Dia tidak tahu darimana asal mata tersebut, yang dia tahu adalah dia akan segera kembali dapat melihat. Walaupun dia juga sempat heran, karena sang pendonor atau keluarga pendonor tidak meminta bayaran sepeser pun. Ah, mungkin penilik mata ini sudah meninggal sehingga sekarang hanya perlu membayar biaya opersi, pikir Anastia.

Setelah operasi berhasil dan sembuh, maka Anastia pun kembali padadunianya dulu. Pergi ke mol, café, dugem, kencan dengan pria lain dan sebagainya. Sedangkan Nia setelah ibunya sembuh malah semakin menderita, dia sering disuruh-suruh bak pembantu, dan sering dikatai kata-kata kasar. Dengan kesabaran Nia tetap tinggal pada ibunya, karena begitu cintanya dia pada ibunya walaupun selama ini apa yang Nia dapat sangat jauh dan bertolak belakang dari apa yang dia harapkan.

Suatu pagi setelah lima tahun berlalu dengan umur Nia yang sekarang hampir 13 tahun Anastia duduk di halaman. Di depan gerbang rumahnya tampak seorang bapak-bapak berpakaian usang dengan biolanya memainkan sebuah musik klasik.Ketika mendengar musik itu Anastia seolah menjadi tenang dan damai.Dia lalu menyuruh pembantunya untuk memberi makan padanya.Begitulah tiap pagi pemain biola tersebut datang dengan topi besarnya dan pakaian lusuhnya.

Nia ketika mendengar musik itu selalu menangis dan mulai sejak saat itu dia meminta ijin ibunya agar dia saja yang memberi makan pemain biola tersebut.Begitulah setiap hari hingga Anastia harus pergi ke rumah sakit karena ginjalnya mengalami gangguan dan harus menerima kenyataan bahwa dia harus cuci darah tiap bulan sekali.

Setelah beberapa bulan Nia menemani sang ibu dengan cintanya, akhirnya Nia pun tidak lagi diketahui keberadaannya oleh ibunya setelah beberapa hari yang lalu pamit pergi ke pasar.Sedikit ada yang lega dalam hati Anastia ketika Nia pergi, walaupun kini berkurang orang yang disuruh-suruh.

Beberapa hari setelahnya Anastia mendapat telepon dari rumah sakit bahwa ada orang yang bersedia mendonorkan satu ginjanya untuk Anastia.Setelah dilakukan beberapa tes akhirnya operasi penanaman ginjal dalam tubuh Anastia pun berhasil.

Sekarang hidup Anastia bebas tanpa ada suami yang dia benci dan juga Nia yang tidak dia sukai, walaupun dalam hati dia merasa ada sedikit yang hilang hidup tanpa mereka.Namun masa bodoh itulah pikiran Anastia karena dia sekarang dapat hidup bebas tanpa ada yang mengganggu.

Selang satu tahun pada saat hari ulang tahunnya Anastia mengadakan pesta besar yang dihadiri oleh kekasih barunya dan teman-temannya. Pagi hari setelah hari ulang tahunnya dia tidak lagi dapat mendengar lagi permainan biola dari orang yang bisanya bermain biola dengan musik klasiknya di depan gerbang rumah karena kabarnya orang tersebut telah meninggla dunia sebulan lalu.Entah mengapa akhir-akhir ini Anastia merasa seolah kehilangan sesuatu yang sangat besar dalam hidupnya.

Hari kedua setelah hari ulang tahunnya Anastia mendapatkan sebuah paket yang ternyata isinya merupakan kotak kado dengan hiasan pita berwarna ungu yang merupakan warna kesukaannya.Dia bertanya-tanya dalam hati dari siapakah gerangan kado ini.Di dalam kotak tersebut terdapat sebuah kotak lagi yang setelah dia buka berisi sebuah liontin berbentuk hati.Belum sempat Anastia membuka liontin tersebut dia tertarik pada kertas pembungkus kado yang bergambar Hello Kitty. Di sisi lain kertas kado terdapat sebuah tulisan yang agaknya tidak asing baginya.Pelan-pelan Anastia menguraikan kertas yang berlipat kusut karena digunakan untuk membungkus kado.Denga konsentrasi dia mulai membaca dalam hati.

“Dear Mama"

Ma sebelumnya maafkan Nia tidak dapat hadir dalam pesta hari ulang tahun mama. Nia takut jika nanti hanya akan merusak hari indah mama.Niajuga tidak mau bertemu dengan kekasih baru mama, Nia takut jika nanti Nia tidak bisa terima ma.Nia bersyukur punya mama cantik seperti mama, jika bisa Nia ingin sekali dianggap sebagai layaknya seorang anak pada umumnya ma.Nia melihat anak seumuran Nia yang jalan-jalan dengan ibunya ketika di pasar, melihat keluarga berekreasi.Namun Nia tidak begitu berharap ma, karena menjadi anak mama sudah cukup bagi Nia.Ada satu hal yang sangat Nia harapkan sejak dulu dari mama, Nia ingin melihat mama dapat baik pada papa.Nia juga sudah bertemu papa ma setelah papa menghilang.Dan tahukah mama dimana Nia bertemu papa pertama kalinya setelah papa menghilang? Nia bertemu di depan gerbang ketika Nia memberi makan pemain biola itu ma. Dia adalah papa.Nia sedih melihat keadaan papa, saat Nia bertanya mengapa, papa hanya menunduk dan bilang bahwa papa ingin selalu dapat mendengar mama dan Nia baik-baik saja karena papa tidak dapat melihat mama lagi.Papa bilang mendengar suara mama saja sudah cukup mengobati rindu untuk mama.Papa pergi untuk mama, agar mama tidak malu lagi pada teman-teman mama.Hingga akhirnya papa sakit serius dan harus dibawa ke rumah sakit. Nia tidak mengira ternyata pada saat yang sama mama juga sakit dan harus operasi lagi.Nia dengar mama sakit ginjal dan harus mendapatkan ginjal baru, sedangkan papa juga sakit yang membutuhkan biaya besar.Nia bingung waktu itu harus bagaimana.Harus mencarikan uang untuk papa atau menemani mama.Jadi Nia memberikan satu ginjal Nia untuk mama sebagai terimakasih dan maaf karena Nia sampai saat ini keberadaan Nia tidak dapat membuat mama hidup bahagia.Uang pemberian dokter dari ginjal Nia tidak Nia pakai untuk jajan ma tenang, tapi Nia pakai untuk membiayai papa walau akhirnya papa meninggal satu bulan yang lalu.Nia sangat sedih ditinggal papa, kadang Nia sangat rindu dan sangat sesak ketika mengingat papa.Satu lagi ma, papa berpesan agar menjaga matanya, begitu juga Nia ma, tolong jaga ginjal Nia agar mama tetap sehat sampai tua.Katanya papa ingin tetap melihat mama sehat walaupun itu dari surga.Sudah ya ma, selamat ulang tahun, semoga panjang umur dan tercapai semua keinginan mama. Nia sekali lagi juga harus minta maaf jika Nia tidak dapat lagi tinggal dengan mama, Nia sekarang bekerja di agen koran untuk makan sehari-hari. Nia masih ingin melihat mama, dan Nia sangat berharap saat bertemu mama dapat menerima Nia dan dapat melakukan hal yang tidak pernah Nia terima sejak kecil.Nia sangat ingin pelukan mama, Nia saying mama”.


Salam Sayang

Nia


Serasa berhenti nafas Anastia membaca surat dari buah hatinya. Jantung Anastia bergemuruh luar biasa.Air matanya seakan tidak dapat lagi terbendung, terus mengalir dan mengalir seolah tidak mau berhenti. Teringat lima belas tahun yang lalu dimana semua kebencian berkumpul jadi satu. Teringat bagaimana wajah Asna suaminya ketika membangunkan Anastia tidur, ketika membuatkan sarapan, ketika menasihati.Satu yang tidak pernah dia sadari selama ini, cinta tulus suaminya yang tak berbalas darinya.Kata-kata halus itu yang dulu tidak ingin dia dengar sekarang jadi rindu dan sangat berharap untuk dapat mendengarnya lagi walaupun selamanya dia terus mendengar tanpa henti.Dia mengira suaminya pergi dari rumah karena memang sudah tidak betah lagi, ternyata?Ternyata suaminya pergi untuk terus membuktikan cinta padanya, dia terus mencintai dan terus membuktikan, dia terus mencoba membahagiakan. Oh, apakah aku ini Tuhan, ratap Anastia. Bola mata ini ternyata milik suamiku. Teringat dia kata-katanya pada suaminya saat terakhir dia bertemu:

“Seandainya aku tidak menikah dengan kamu maka aku sudah hidup bahagia dan tidak perlu menderita seperti ini.Sekarang aku buta, kamu puas? Aku tidak bisa lagi pergi kemana-mana lagi, dan semua temanku pasti akan menghinaku, kenapa kamu lakukan itu? Aku ingin melihat lagi aku tidak mau tahu, kamu harus mencari mata, karena hanya dengan itu aku bisa hidup bahagia.”

Betapa menyesalnya Anastia ketika teringat kata-kata yang dia ucapkan saat itu.Dia tidak hanya buta mata, tetapi buta hati saat itu.Dia masih tetap tidak melihat cinta yang suaminya coba nyatakan padanya. Terlebih ketika dia membaca surat Nia bagaimana suaminya merindukan dirinya, bagaimana suaminya berusaha menjaga reputasinya, dan bagaimana suaminya mencoba tetap memberikan kebahagiaan lewat biola tuanya. Seakan membeku tangan dan pikiran Anastia saat itu. Oh suamiku maafkan aku, ratap Anastia.

“Nia” ucap Anastia.

“Aku harus menemui Nia dan mencoba menebus semua kesalahanku padanya dan ayahnya”

Anastia dengan gundah pergi mencari seluruh agen koran dan berusaha mencari-cari nama anaknya Nia. Hingga akhirnya setelah setengah hari mencari Anastia menemukan agen yang pada agen tersebut terdapat Nia dengan ciri-ciri yang sama seperti yang ia sebutkan. Sedikit ada rasa lega dalam hati ketika mendengar hal tersebut. Dia bertanya pada orang disitu apa pekerjaan Nia, ternyata Nia bekerja sebagai seorang penjual Koran di pinggir-pinggir jalan. Deg jantung Anastia, jadi selama pergi dari rumah dia rela membakar kulitnya untuk menjual koran?

Setelah itu Anastia jadi tidak sabar untuk menemui anak semata wayangnya.Dia meminta petunjuk dimana dia dapat menemukan Nia. Setelah dikasih tahu akhirnya Anastia pergi ke sebuah perempatan dimana kata orang disitu tempat Nia menjajakan koran. Setelah hampir sampai perempatan yang ditunjuk dia melihat suatu keanehan banyak orang berduyun-duyun ke tempat dimana akan menjadi tujuan Anastia. Anastia menjadi heran bersamaan dengan gugup. Setelah sampai dia membelah kerumunan dan sangat kaget dengan apa yang dilihatnya seolah tidak percaya:

“NIIIIAAAA, ya ampun Niiiiiiaaaaaaaa, kenapa kamu sayang Nia”

Dipeluknya Nia yang bersimbah darah sekujur tubuhnya dengan koran yang juga terkena darah yang masih dipeluk tubuh kecilnya. Tas usang yang berisi tabloid usang pun tak luput dari darah yang mengalir dari sekujur tubuhnya. Sambil menangis dan meminta pertolongan Anastia tarus memeluk tubuh Nia dengan erat sambil sesekali terdengar kata maaf dari mulutnya.

“Maafkan mama sayang” isaknya sejadi-jadinya.

Anastia mengusap keringat bercampur darah dalam tubuh Nia.

“Maafkan mama sayang” dipeluk dan diciumnya Nia tak peduli dengan darah dalam wajahnya.

Dalam wajah pucatnya yang penuh darah Nia membuka sedikit matanya dan menatap sang mama. Setelah beberapa detik Nia menangis dan berkata sambil terbata:

“Te… te.. ter.. terima.. kasih m…mmaa, mmma aau me.. mee lukk Nii.. aa. Maaf..in Nia, Nii..aadan aa..yahsayang ma…maa”

Seperti buluh yang terkulai terkena angin, wajah Nia tertunduk dalam peluk ibunya dengan meninggalkan sedikit senyum pada ibunya. Seolah tidak percaya dengan apa yang dilihat dan didengarnya Anastia menangis sejadi-jadinya sambil memeluk Nia semakin erat dan erat. Memberikan pelukan yang tidak pernah diterima sang buah hati sejak kecil, memberikan ciuman yang tulus disaat terakhir. Di dalam hati sambil berdoa Anastia memohon maaf pada Nia dan suaminya yang selama ini disakitinya. Kulit Nia yang dulu putih bersih terlihat hitam dan lembab darah, namun kecantikan hatinya mampu meluluhkan hati sang ibu dengan bagaimana dia berkorban dan berjuang untuk mendapatkan kasih saying dan kesadaran sang ibu akan keberadaannya di dunia ini.

Nia ditidurkan di samping sang ayah yang juga telah memberikan cinta terbaik pada sang istri dan anak. Lembab air mata dan tanah wajah Anastia tersungkur di depan petiduran kedua orang yang mencintainya selama hidupnya dan yang tidak menerima cinta selama hidup mereka darinya. Nia menjadi teringat akan liontin hadiah dari Nia. Dibukannya lionti hati tersebut disitu terdapat gambar tiga wajah dari pensil dan masing-masing bertuliskan mama,Nia, papa. Digenggamnya erat-erat liontin tersebut sambil terus mengucurkan air mata.

Selama berhari-hari dan berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun Nia dirundung sedih setelah dengan apa yang terjadi padanya. Dia memutuskan sang kekasih barunya demi putri dan suaminya yang sekarang hanya bisa melihat Anastia dari surga. Sehari-hari dia hanya bisa memeluk bantal kesayangan Nia dan memakai baju tidur kesukaan suaminya. Setelah ditinggal sang suami Anastia tidak berharap adanya pendamping hidup yang lain. Dia sekarang telah menerima suaminya, walaupun dalam kenyataan sang suami sudah tiada.Hal yang sekarang membahagiakannya adalah mengingat dan mengenang masa-masa ketika dia suaminya dan anaknya ketika masih menjadi satu.Ada penyesalan ketika dia tidak bisa menjalankan perannya sebagai seorang istri ketika dia dibutuhkan. Dan ketika sadar semua telah terlambat, namun ada satu yang dia ingin nyatakan pada putri dan suaminya bahwa dia akan menjaga sebaik-baiknya semua dari mereka baik tubuh maupun cinta yang mereka berikan.

“Suamiku maafkan aku, Nia maafkan ibu. Sekarang ibu sadar dan tahu ibu telah mencintai kalian, tunggu ibu”.












Sabtu, 03 November 2012

Kisah Laura Greenway, Gadis Yang Mendonorkan Alat Vitalnya

Linangan air mata mengiringi kepergian Laura Greenway. Namun,gadis asal Inggris itu menyelamatkan tiga nyawa sesamanya.

Selama empat tahun, Laura berjuang melawan penyakit paru-paru langka yang sulit disembuhkan. Upaya medis terakhir yang bisa dilakukan untuk menyelamatkan nyawanya adalah pemasangan paru-paru buatan di tubuh gadis 18 tahun itu.

"Dengan tingkat keberhasilan hanya 20 persen, operasi itu nyatanya gagal. Laura mengalami komplikasiyang mengakibatkan otaknya kehilangan fungsi," kata ayahnya, Peter Greenway, 46, seperti dikutip harian New York Daily News.

Dengan berurai air mata, keluarganya akhirnya sepakat untuk menyudahi siksaan yang mendera Laura Greenway. Mereka mengizinkan dokter untuk mencabut semua alat pendukung hidup yang masih tertempel di tubuh Laura. "Semua keluarga memutuskan untuk mengucapkan selamat tinggal dan matikan mesin. Kami semua hancur," kata Peter.

Sekitar satu tahun lalu, Laura mendaftarkan diri sebagai pendonor organ. Ia melakukan itu karena sadar penyakitnya tak bisa disembuhkan dan yakin kematiannya sudah dekat. Ia tak ingin mati sia-sia, karena ia menandatangani kontrak yang mengizinkan dokter mengambil organnya untuk orang lain, setelah ia meninggal.

Niat baik itu terwujud setelah dokter mengangkat hati, ginjal, dan pankreasnya untuk membantu tiga pasienlain yang kritis. "Itu sesuatu yang ingin ia lakukan, untuk memberikan sesuatu dan membantu orang lainmemiliki kesempatan hidup. Ia tak ingin orang lain menunggu dalam pengharapan seperti dia," kata ayahnya.

Peter masih tak bisa lupa saat terakhir melihat putrinya sadar, 2 September lalu. "Laura berbalik pada saya dan berkata, aku tidak punya pilihan lain, aku harus mencoba ini (operasi pemasangan paru-paru buatan). Sejak itu, ia tidak pernah bangun lagi," katanya.












Rabu, 31 Oktober 2012

Kisah Yu Yuan Malaikat Kecil Dari China part 2 (end)





Pada tanggal 21 Juni, Yu Yuan yang telah melepaskan pengobatan dan menunggu kematian akhirnya dibawa kembali ke ibu kota. Dana yang sudah terkumpul, membuat jiwa yang lemah ini memiliki harapan dan alasan untuk terus bertahan hidup. Yu Yuan akhirnya menerima pengobatan dan dia sangat menderita didalam sebuah pintu kaca tempat dia berobat. Yu Yuan kemudian berbaring diranjang untuk diinfus.
  Ketegaran anak kecil ini membuat semua orang kagum padanya. Dokter yang menangani dia, Shii Min berkata, dalam perjalanan proses terapi akan mendatangkan mual yang sangat hebat. Pada permulaan terapi Yu Yuan sering sekali muntah. Tetapi Yu Yuan tidak pernah mengeluh. Pada saat pertamakali melakukan pemeriksaan sumsum tulang belakang, jarum suntik ditusukkan dari depan dadanya, tetapi Yu Yuan tidak menangis dan juga tidak berteriak, bahkan tidak meneteskan air mata. Yu yuan yang dari dari lahir sampai maut menjemput tidak pernah mendapat kasih sayang seorang ibu. Pada saat dokter Shii Minmenawarkan Yu Yuan untuk menjadi anak perermpuannya. Air mata Yu Yuan pun mengalir tak terbendung.

Hari kedua saat dokter Shii Min datang, Yu Yuan dengan malu-malu memanggil dengan sebutan Shii Mama. Pertama kalinya mendengar suara itu, Shii Min kaget, dan kemudian dengan tersenyum dan menjawab, “Anak yang baik”. Semua orang mendambakan sebuah keajaiban dan menunggu momen dimana Yu Yuan hidup dan sembuh kembali. Banyak masyarakat datang untuk menjenguk Yu Yuan dan banyak orang menanyakan kabar Yu Yuan dari email. Selama dua bulan Yu Yuan melakukan terapi dan telah berjuang menerobos sembilan pintu maut.

Pernah mengalami pendarahan dipencernaan dan selalu selamat dari bencana. Sampai akhirnya darah putih dari tubuh Yu Yuan sudah bisa terkontrol. Semua orang-orang pun menunggu kabar baik dari kesembuhan Yu Yuan.
Tetapi efek samping yang dikeluarkan oleh obat-obat terapi sangatlah menakutkan, apalagi dibandingkan dengan anak-anak leukemia yang lain. Fisik Yu Yuan jauh sangat lemah. Setelah melewati operasi tersebut fisik Yu Yuan semakin lemah.

Pada tanggal 20 agustus, Yu Yuan bertanya kepada wartawan Fu Yuan: “Tante kenapa mereka mau menyumbang dana untuk saya? Tanya Yu Yuan kepada wartawan tersebut. Wartawan tersebut menjawab, karena mereka semua adalah orang yang baik hati”. YuYuan kemudia berkata : “Tante saya juga mau menjadi orang yang baik hati”. Wartawan itupun menjawab, “Kamu memang orang yang baik.

Orang baik harus saling membantu agar bisa berubah menjadi semakin baik”. Yu yuan dari bawah bantal tidurnya mengambil sebuah buku, dan diberikan kepada ke Fu Yuan. “Tante ini adalah surat wasiat saya.”

Fu yuan kaget, sekali membuka dan melihat surat tersebut ternyata Yu Yuan telah mengatur tentang pengaturan pemakamannya sendiri. Ini adalah seorang anak yang berumur delapan tahun yang sedang menghadapi sebuah kematian dandiatas ranjang menulis tiga halaman surat wasiat dan dibagi menjadi enam bagian, dengan pembukaan, tante Fu Yuan, dan diakhiri dengan selamat tinggal tante Fu Yuan.

Dalam satu artikel itu nama Fu Yuan muncul tujuh kali dan masih ada sembilan sebutan singkat tante wartawan. Dibelakang ada enam belas sebutan dan ini adalah kata setelah Yu Yuan meninggal. Tolong,……. Dan dia juga ingin menyatakan terima kasih serta selamat tinggal kepada orang- orang yang selama ini telah memperhatikan dia lewat surat kabar. “Sampai jumpa tante,kita berjumpa lagi dalam mimpi. Tolong jaga papa saya. Dan sedikit dari dana pengobatan ini bisa dibagikan kepada sekolah saya. Dan katakana ini juga pada pemimpin palang merah.

Setelah saya meninggal, biaya pengobatan itu dibagikan kepada orang-orang yang sakit seperti saya. Biar mereka lekas sembuh”. Surat wasiat ini membuat Fu Yuan tidak bisa menahan tangis yang membasahi pipinya.

Saya pernah datang, saya sangat patuh, demikianlah kata-kata yang keluar dari bibir Yu Yuan. Pada tanggal 22 agustus, karena pendarahan dipencernaan hampir satu bulan, Yu Yuan tidak bisa makan dan hanya bisa mengandalkan infus untuk bertahan hidup. Mula mulanya berusaha mencuri makan, Yu Yuan mengambil mie instant dan memakannya. Hal ini membuat pendarahan dipencernaan Yu Yuan semakin parah. Dokter dan perawat pun secepatnya memberikan pertolongan darurat dan memberi infus dan transfer darah setelah melihat pendarahan Yu Yuan yang sangat hebat. Dokter dan para perawat pun ikut menangis.Semua orang ingin membantu meringankan pederitaannya. Tetapi tetap tidak bisa membantunya. Yu Yuan yang telah menderita karena penyakit tersebut akhirnya meninggal dengan tenang. Semua orang tidak bisa menerima kenyataan ini melihat malaikat kecil yang cantik yang suci bagaikan air. Sungguh telah pergi kedunia lain.

Dikecamatan She Chuan, sebuah email pun dipenuhi tangisan menghantar kepergian Yu Yuan. Banyak yang mengirimkan ucapan turut berduka cita dengan karangan bunga yang ditumupuk setinggi gunung. Ada seorang pemuda berkata dengan pelan “Anak kecil, kamu sebenarnya adalah malaikat kecil diatas langit,kepakanlah kedua sayapmu. Terbanglah……………” demikian kata-kata dari seorang pemuda tersebut.

Pada tanggal 26 Agustus, pemakaman Yu Yuan dilaksanakan saat hujan gerimis. Didepan rumah duka, banyak orang-orang berdiri dan menangis mengantar kepergian Yu Yuan. Mereka adalah papa mama Yu Yuan yang tidak dikenal oleh Yu Yuan semasa hidupnya. Demi Yu Yuan yang menderita karena leukemia dan melepaskan pengobatan demi orang lain, maka datanglah papa mama dari berbagai daerah yang diam-diam mengantarkan kepergian Yu Yuan.

Didepan kuburannya terdapat selembar foto Yu Yuan yang sedang tertawa. Diatas batu nisannya tertulis, “Aku pernah datang dan aku sangat patuh” (30 nov 1996- 22 agus 2005). Dan dibelakangnya terukir perjalanan singkat riwayat hidup Yu Yuan. Dua kalimat terakhir adalah disaat dia masih hidup telah menerimakehangatan dari dunia. Beristirahatlah gadis kecilku, nirwana akan menjadi lebih ceria dengan adanya dirimu.

Sesuai pesan dari Yu Yuan, sisa dana 540.000 dolar tersebut disumbangkan kepada anak-anak penderita luekimia lainnya. Tujuh anak yang menerima bantuan dana Yu Yuan itu adalah : Shii Li, Huang Zhi Qiang, Liu Ling Lu, Zhang Yu Jie, Gao Jian, Wang Jie. Tujuh anak kecil yang kasihan ini semua berasal dari keluarga tidakmampu. Mereka adalah anak-anak miskin yang berjuang melawan kematian.

Pada tanggal 24 September, anak pertama yang menerima bantuan dari Yu Yuan di rumah sakit Hua Xi berhasil melakukan operasi. Senyuman yang mengambang pun terlukis diraut wajah anak tersebut. “Saya telah menerima bantuan dari kehidupan Anda, terima kasih adik Yu Yuan kamu pasti sedang melihat kamidiatas sana. Jangan risau, kelak di batu nisan, kami juga akan mengukirnya dengan kata-kata “Aku pernah datang dan aku sangat patuh”.

Seorang anak kecil yang berjuang bertahan hidup dan akhirnya harus menghadapi kematian akibat sakit yang dideritanya. Dengan kepolosan dan ketulusan serta baktinya kepada orang tuanya, akhirnya mendapatkan respon yang luar biasa dari kalangan Dunia. Walaupun hidup serba kekurangan, Dia bisa memberikan kasihnya terhadap sesama. Inilah contoh yang seharusnya kita pun mampu melakukan hal yang sama, berbuat sesuatu yang bermakna bagi sesama, memberikan sedikit kehangatan dan perhatian kepada orang yang membutuhkan. Pribadi dan hati seperti inilah yang dinamakan pribadi seorang Pengasih.















Selasa, 30 Oktober 2012

Kisah Yu Yuan Malaikat Kecil Dr Cina part 1

Yu Yuan Gadis Kecil Berhati Malaikat, yang berjuang hidup dari Leukimia Ganas, setelah merasa tidak dapat disembuhkan lagi, ia rela melepaskan segala-galanya dan menyumbangkan untuk anak-anak lain yang masih punya harapan. Sungguh .. tak abis kata2 untuk Yu Yuan. Terima kasih telah memberikan contoh mulia kepada kami…

Kisah tentang seorang gadis kecil yang cantik yang memiliki sepasang bola mata yang indah dan hati yang lugu polos. Dia adalah seorang yatim piatu dan hanya sempat hidup di dunia ini selama delapan tahun.
Satu kalimat terakhir yang ia tinggalkan di batu nisannya adalah saya pernah datang dan saya sangat penurut.

Anak ini rela melepasakan pengobatan, padahal sebelumnya dia telah memiliki dana pengobatan sebanyak 540.000 dolar yang didapat dari perkumpulan orang Chinese seluruh dunia. Dan membagi dana tersebut menjadi tujuh bagian, yang dibagikan kepada tujuh anak kecil yang juga sedang berjuang menghadapi kematian. Dan dia rela melepaskan pengobatannya.




Begitu lahir dia sudah tidak mengetahui siapa orang tua kandungnya. Dia hanya memiliki seorang papa yang mengadopsinya. Papanya berumur 30 tahun yang bertempat tinggal di provinsi She Cuan kecamatan Suang Liu, kota Sang Xin Zhen Yun Ya Chun Er Cu. Karena miskin, maka selama ini ia tidak menemukan pasangan hidupnya. Kalau masih harus mengadopsi anak kecil ini, mungkin tidak ada lagi orang yang mau dilamar olehnya. Pada tanggal 30 November 1996, tgl 20 bln 10 imlek, adalah saat dimana papanya menemukan anak kecil tersebut diatas hamparan rumput, disanalah papanya menemukan seorang bayi kecil yang sedang kedinginan. Pada saat menemukan anak ini, di dadanya terdapat selembar kartu kecil tertulis, 20 November jam 12.

Melihat anak kecil ini menangis dengan suara tangisannya sudah mulai melemah. Papanya berpikir kalau tidak ada orang yang memperhatikannya, maka kapan saja bayi ini bisa meninggal. Dengan berat hati papanya memeluk bayi tersebut, dengan menghela nafas dan berkata, “saya makan apa, maka kamu juga ikut apa yang saya makan”. Kemudian papanya memberikan dia nama Yu Yan.

Ini adalah kisah seorang pemuda yang belum menikah yang membesarkan seorang anak, tidak ada Asi dan juga tidak mampu membeli susu bubuk, hanya mampu memberi makan bayi tersebut dengan air tajin (air beras). Maka dari kecil anak ini tumbuh menjadi lemah dan sakit-sakitan. Tetapi anak ini sangat penurut dan sangat patuh. Musim silih berganti, Yu Yuan pun tumbuh dan bertambah besar serta memiliki kepintaran yang luar biasa. Para tetangga sering memuji Yu Yuan sangat pintar, walaupun dari kecil sering sakit-sakitan dan mereka sangat menyukai Yu Yuan. Ditengah ketakutan dan kecemasan papanya, Yu Yuan pelan-pelan tumbuh dewasa.

Yu Yuan yang hidup dalam kesusahan memang luar biasa, mulai dari umur lima tahun, dia sudah membantu papa mengerjakan pekerjaan rumah. Mencuci baju, memasak nasi dan memotong rumput. Setiap hal dia kerjakan dengan baik. Dia sadar dia berbeda dengan anak-anak lain. Anak-anak lain memiliki sepasang orang tua, sedangkan dia hanya memiliki seorang papa. Keluarga ini hanya mengandalkan dia dan papa yang saling menopang. Dia harus menjadi seorang anak yang penurut dan tidak boleh membuat papa menjadi sedih dan marah.

Pada saat dia masuk sekolah dasar, dia sendiri sudah sangat mengerti, harus giat belajar dan menjadi juara di sekolah. Inilah yang bisa membuat papanya yang tidak berpendidikan menjadi bangga di desanya. Dia tidak pernah mengecewakan papanya, dia pun bernyanyi untuk papanya. Setiap hal yang lucu yang terjadi disekolahnya di ceritakan kepada papanya. Kadang-kadang dia bisa nakal dengan mengeluarkan soal-soal yang susah untuk menguji papanya.

Setiap kali melihat senyuman papanya, dia merasa puas dan bahagia. Walaupun tidak seperti anak-anak lain yang memiliki mama, tetapi bisa hidup bahagia dengan papa, ia sudah sangat berbahagia. Mulai dari bulan Mei 2005 Yu Yuan mulai mengalami mimisan. Pada suatu pagi saat Yu Yuan sedang mencuci muka, ia menyadari bahwa air cuci mukanya sudah penuh dengan darah yang ternyata berasal dari hidungnya. Dengan berbagai cara tidak bisa menghentikan pendarahan tersebut. Sehingga papanya membawa Yu Yuan ke puskesmas desa untuk disuntik. Tetapi sayangnya dari bekas suntikan itu juga mengerluarkan darah dan tidak mau berhenti. Dipahanya mulai bermunculan bintik-bintik merah.

Dokter tersebut menyarankan papanya untuk membawa Yu Yuan ke rumah sakit untuk diperiksa. Begitu tiba di rumah sakit, Yu Yuan tidak mendapatkan nomor karena antrian sudah panjang. Yu Yuan hanya bisa duduk sendiri dikursi yang panjang untuk menutupi hidungnya. Darah yang keluar dari hidungnya bagaikan air yang terus mengalir dan memerahi lantai. Karena papanya merasa tidak enak kemudian mengambil sebuah baskom kecil untuk menampung darah yang keluar dari hidung Yu Yuan. Tidak sampai sepuluh menit, baskom yang kecil tersebut sudah penuh berisi darah yang keluar dari hidung Yu Yuan.

Dokter yang melihat keadaaan ini cepat-cepat membawa Yu Yuan untuk diperiksa. Setelah diperiksa, dokter menyatakan bahwa Yu Yuan terkena Leukimia ganas. Pengobatan penyakit tersebut sangat mahal yang memerlukan biaya sebesar 300.000 $. Papanya mulai cemas melihat anaknya yang terbaring lemah di ranjang. Papanya hanya memiliki satu niat yaitu menyelamatkan anaknya. Dengan berbagai cara meminjam uang kesanak saudara dan teman dan ternyata, uang yang terkumpul sangatlah sedikit.Papanya akhirnya mengambil keputusan untuk menjual rumahnya yang merupakan harta satu satunya. Tapi karena rumahnya terlalu kumuh, dalam waktu yang singkat tidak bisa menemukan seorang pembeli.

Melihat mata papanya yang sedih dan pipi yang kian hari kian kurus. Dalam hati Yu Yuan merasa sedih. Pada suatu hari Yu Yuan menarik tangan papanya, air mata pun mengalir dikala kata-kata belum sempat terlontar. “Papa saya ingin mati”.Papanya dengan pandangan yang kaget melihat Yu Yuan, “Kamu baru berumur 8 tahun kenapa mau mati”. “Saya adalah anak yang dipungut, semua orang berkata nyawa saya tak berharga, tidaklah cocok dengan penyakit ini, biarlah saya keluar dari rumah sakit ini.”

Pada tanggal 18 juni, Yu Yuan mewakili papanya yang tidak mengenal huruf, menandatangani surat keterangan pelepasan perawatan. Anak yang berumur delapan tahun itu pun mengatur segala sesuatu yang berhubungan dengan pemakamannyasendiri. Hari itu juga setelah pulang kerumah, Yu Yuan yang sejak kecil tidak pernah memiliki permintaan, hari itu meminta dua permohonan kepada papanya. Dia ingin memakai baju baru dan berfoto. Yu Yuan berkata kepada papanya: “Setelah saya tidak ada, kalau papa merindukan saya lihatlah melihat foto ini”. Hari kedua, papanya menyuruh bibi menemani Yu Yuan pergi ke kota dan membeli baju baru. Yu Yuan sendirilah yang memilih baju yang dibelinya.




Bibinya memilihkan satu rok yang berwarna putih dengan corak bintik-bintik merah. Begitu mencoba dan tidak rela melepaskannya. Kemudian mereka bertiga tiba di sebuah studio foto. Yu Yuan kemudia memakai baju barunya dengan pose secantik mungkin berjuang untuk tersenyum. Bagaimanapun ia berusaha tersenyum, pada akhirnya juga tidak bisamenahan air matanya yang mengalir keluar. Kalau bukan karena seorang wartawan Chuan Yuan yang bekerja di surat kabar Cheng Du Wan Bao, Yu Yuan akan seperti selembar daun yang lepas dari pohon dan hilang ditiup angin.

Setelah mengetahui keadaan Yu Yuan dari rumah sakit, Chuan Yuan kemudian menuliskan sebuah laporan, menceritakan kisah Yu Yuan secara detail. Cerita tentang anak yg berumur 8 tahun mengatur pemakamakannya sendiri dan akhirnya menyebar keseluruh kota Rong Cheng. Banyak orang-orang yang tergugah oleh seorang anak kecil yang sakit ini, dari ibu kota sampai satuNegara bahkan sampai keseluruh dunia. Mereka mengirim email ke seluruh dunia untuk menggalang dana bagi anak ini”. Dunia yang damai ini menjadi suara panggilan yang sangat kuat bagi setiap orang.

Hanya dalam waktu sepuluh hari, dari perkumpulan orang Chinese didunia saja telah mengumpulkan 560.000 dolar. Biaya operasi pun telah tercukupi. Titik kehidupan Yu Yuan sekali lagi dihidupkan oleh cinta kasih semua orang.

Setelah itu, pengumuman penggalangan dana dihentikan tetapi dana terus mengalir dari seluruh dunia. Dana pun telah tersedia dan para dokter sudah ada untuk mengobati Yu Yuan. Satu demi satu gerbang kesulitan pengobatan juga telah dilewati. Semua orang menunggu hari suksesnya Yu Yuan. Ada seorang teman di-email bahkan menulis: “Yu Yuan anakku yang tercinta sayamengharapkan kesembuhanmu dan keluar dari rumah sakit. Saya mendoakanmu cepat kembali ke sekolah. Saya mendambakanmu bisa tumbuh besar dan sehat. Yu Yuan anakku tercinta.”


Bersambung............